Tentang Kami

Konon, geger.id pernah ada. Sejarahnya panjang, ceritanya heroik, lalu tiba-tiba… hiatus. Istilah halusnya “mati suri”, istilah kasarnya “lupa bayar hosting”. Selama beberapa tahun, ia menjadi artefak digital yang hanya dikenang.

Beberapa tahun kemudian, kami merindukan lagi pusingnya mengurus media, berkumpul kembali. Kami sadar, dunia sudah terlalu serius; butuh lebih banyak orang untuk menertawakan keadaan dengan argumen yang kuat, bukan sekadar modal hoax dari grup WhatsApp keluarga.

Maka, geger.id kami hidupkan lagi. Misinya masih sama: membuat geger. Tapi kali ini dengan resep baru: 70% analisis tajam, 30% sarkasme, dan taburan micin secukupnya. Kami di sini untuk membahas hal-hal rumit dengan cara yang tidak rumit, dan menertawakan hal-hal lucu yang sebenarnya sangat serius.

Jadi, selamat datang (kembali). Anggap saja kami teman diskusimu yang paling nyinyir tapi (semoga) paling cerdas.