Beranda / Esai / Opini / Pentingnya Etika dalam Komunikasi Sosial Online

Pentingnya Etika dalam Komunikasi Sosial Online

Oleh: Athiyatul Mughni

Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari interaksi dengan manusia lain. Tentunya, dalam menjalin interaksi ini manusia membutuhkan komunikasi sebagai medium penghubungnya. Komunikasi sendiri juga bagian dari rutinitas manusia sejak lahir, mulai dari tangisan bayi yang secara implisit memiliki arti pada kebutuhan psikologis dan fisiologis maupun sebagai kebutuhan pelengkap pada orang dewasa. Hal ini menjadi bagian prinsip penting dari komunikasi sosial itu sendiri yang masuk pada proses penyampaian dan penerimaan agar saling selaras teruntuk lawan bicara atau audiens. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, interaksi dipahami tidak sekedar face to face atau tatap muka saja, melainkan terdapat perangkat lain yang mempermudah komunikasi manusia seperti halnya telepon/handphone dan perangkat lainnya. Zaman semakin berkembang beriringan dengan teknologi yang semakin canggih. Hal ini juga menentukan perkembangan yang semakin pesat dalam komunikasi diantara manusia berupa platform yang tersedia dalam bersosial media.

Berbicara tentang sosial media, banyak fakta yang mengungkap bahwa sosial media atau media sosial ini telah banyak merubah terhadap realitas sosial. Bahkan, tak jarang informasi yang biasa manusia konsumsi berputar terbalik dari nyata dan faktanya. Akhirnya, dalam sosial media ini terdapat peleburan dalam satu wadah untuk berkomunikasi yang disebut sebagai jejaring sosial. Media sosial adalah sarana orang untuk berinteraksi satu sama lain dengan menciptakan, berbagi, dan bertukar informasi dan ide dalam jaringan dan komunitas virtual (McGraw). Demikian, apapun yang terjadi pasti ada sisi baik dan sisi buruk tergantung bagaimana individu bersikap. Semuanya pasti memiliki konsekuensi masing-masing termasuk semakin mudah dan terbuka kesempatan tiap individu dalam mengakses sesuatu. Pasalnya, kendali semua diatas kembali kepada individu agar tidak terlewat batas dan menyinggung pihak lainnya.

Sedikit merefleksikan beberapa fenomena yang marak terjadi, banyak sekali lalu lalang informasi yang akhirnya mampu menghegemoni dan mempengaruhi khalayak publik, antara lain viralitas konten, entah bersifat lucu maupun kontroversial melalui konten yang cepat menyebar luas, kemudian berujung perdebatan dan kontrovensi publik sangat sering terjadi di platform media sosial. Beberapa fenomena tersebut menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari manusia dan membentuk pandangan komunal masyarakat sehingga menimbulkan identitas serta opini yang begitu beragam macamnya. Oleh karena itu, setiap hal yang dilakukan oleh manusia pada akhirnya akan memunculkan etika atau biasa disebut moral kehidupan, baik etika berkomunikasi, interaksi dan segala macamnya. Penting bagi masyarakat yang notabene sebagai konsumsi publik untuk menerapkan etika dalam hal apapun termasuk dalam berkomunikasi. Etika berkomunikasi bertujuan agar seseorang mampu menyaring konsekuensi pertimbangan nilai baik dan buruk dalam sebuah komunikasi tersebut. Apalagi dalam penggunaan sosial media kebebasan terbuka lebar dan aksesibilitas semakin mudah. Namun lagi-lagi hal itu tidak menjamin seseorang dapat melihat dampak kepada penerima dan diri sendiri dalam menyuarakan pendapat.

Komunikasi online saat ini sangat ramai karena memang didukung dengan teknologi dan akses yang semakin berkembang. Dalam konteks ini, contohnya dapat dilihat pada kolom komentar postingan Instagram dan WhatsApp. Kedua platform ini memiliki beberapa perbedaan dan kecenderungan dalam sistemnya. WhatsApp harus didukung dengan kepemilikan nomor telepon berbeda dengan Instagram yang menghendaki kepemilikan akun e-mail. Membangun kesadaran tentang dampak berkomunikasi online penting agar memiliki orientasi atas konsekuensi logis dari setiap komentar, ‘bagikan’, atau tindakan online apapun secara etis di dunia maya tersebut. Selain itu, penggunaan dengan bijak dalam memilah dan memilih informasi serta menjaga keamanan data penting bagi setiap individu dalam berinteraksi di platform-platform tersebut. Sehingga tindakan yang berlandaskan pada pengetahuan atas berkomunikasi online ini mampu menjaga kualitas etis dalam bersosial media. Sikap menghormati pendapat orang lain serta memperlakukan orang lain sebagaimana kita diperlakukan merupakan aspek penting agar terwujudnya lingkungan bersosial media online yang positif (positive vibes).

Dengan demikian, adanya sosial media ini merupakan dampak dari teknologi yang kian berkembang. Dengan banyaknya layanan yang telah disediakan untuk digunakan publik mampu merubah kebiasaan pola berkomunikasi yang sebelumnya identik dengan bertemu kemudian bertransisi melalui platform sosial media dengan cukup memakai gadget. Kehadirannya kini berdampak pada banyak aspek termasuk cara komunikasi dari konvensional menuju serba digital, cepat dan efektif. Namun, penggunaannya perlu dibatasi dengan etika dan moralitas yang diyakini baik oleh masyarakat setempat. Etika dan moralitas perlu dijunjung tinggi agar diimplementasikan dalam berkomunikasi. Standar etik berguna dalam meminimalisir terjadinya konflik seperti perpecahan, ujaran kebencian bahkan peperangan serta hal lainnya yang tidak diharapkan. Oleh karenanya, dengan mengedepankan nilai-nilai etika dan moralitas dalam berinteraksi online dapat mewujudkan lingkungan yang lebih positif, inklusif, dan saling mendukung. Membangun kesadaran akan dampak tindakan online, menghormati privasi dan perbedaan, serta bertindak secara bertanggung jawab dalam berkomunikasi di platform-platform digital adalah penting untuk menciptakan lingkungan online yang lebih baik bagi semuanya. Semua ini dilakukan bukan hanya sekedar mentaati dan mematuhi aturan belaka, melainkan juga tentang membangun hubungan yang lebih manusiawi baik di dunia nyata dan dunia maya.

 

*** 

Daftar Pustaka

Irhamdi, M. (2018). Menghadirkan Etika Komunikasi Dimedia Sosial (Facebook). KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam10(2), 139-152.

Sari, A. C., Hartina, R., Awalia, R., Irianti, H., & Ainun, N. (2018). Komunikasi dan media sosial. Jurnal The Messenger3(2), 69.

Dewi, S. K., & Aslami, N. (2022). Pentingnya Etika dan Tanggung Jawab Sosial Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Belanja Online Pada Aplikasi Shopee. Journal of Social Research1(3), 193-200.

Afriani, F., & Azmi, A. (2020). Penerapan etika komunikasi di media sosial. Journal of Civic Education3(3), 331-338.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *