Beranda / News / Berita-Berita Anonim, Fenomena Tahunan Pemilwa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Berita-Berita Anonim, Fenomena Tahunan Pemilwa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta setiap tahun rayakan pesta demokrasi Pemilwa. Berita-berita tentang Pemilwa bermunculan dari media pers mahasiswa dan media-media lainnya. Tidak hanya itu, berita-berita dari media anonim juga banyak bermunculan.

Media anonim tersebut kebanyakan dibuat secara mendadak dan tanpa nama. Seperti di pemilwa tahun 2022 lalu, muncul domain poor-ayam.blogspot.com. website anonim itu menuliskan opini yang menyerang salah satu partai dan oganisasi mahasiswa.

Menariknya pada Pemilwa tahun ini memunculkan tiga media anonim. kaditaid.wordpress.com, tiok944.wordpress.com dan @akalsehat di platform Tumblr. Tiga media itu juga berisikan serangan dan dinilai khalayak sebagai buzzer.

“Harus obyektif, kalaupun itu sebagai buzzer maka ada etika yang harus diperhatikan. Saya sendiri prihatin dengan media-media anonim yang cenderung provokatif dan tidak bertanggungjawab. Jika itu semacam berita atau kerja jurnalistik tentu dilarang, karena prinsipnya harus memenuhi unsur-unsur berita dan kerja-kerja jurnalistik yang sudah diatur undang-undang pers.” Jelas Kirwan, Pemimpin Redaksi harianindo.co

Tidak ada nama penulis maupun redaksi dalam postingan-postingan media tersebut. Redaksi geger.id meninjau lebih lanjut dan menanyakan media-media ini ke banyak responden, termasuk dari kader-kader partai yang terdaftar dalam pemilwa tahun ini. Hasilnya mereka tidak ada yang tahu siapa pemilik dan penulis media-media tersebut.

“Sudah jelas itu media-media yang tidak bertanggung-jawab, nama saja tidak ada. Media dadakan yang secara sengaja dibuat untuk umbaran kebencian. Saya sendiri santai saja sih.” Jelas Fadli, Calon Dema Fupi dari partai PRM yang dianggap menjadi sasaran ujaran kebencian.

Ia juga menghimbau mahasiswa untuk tidak terlalu proaktif menyikapi media-media anonim itu. Dan bersikap kritis, dewasa dan bertanggungjawab. Sebab momentum Pemilwa adalah masa-masa sensitif dan rawan konflik. Momen ini diharapkan dapat berjalan dengan aman dan nyaman bagi semua sebagaimana himbauan Rektor untuk Pemilwa tahun ini. (Red.)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *