Beranda / News / Kembangkan Potensi Kepenulisan dan Keredaksian, Geger.id Gelar Kembali Bengkel Menulis Vol. III

Kembangkan Potensi Kepenulisan dan Keredaksian, Geger.id Gelar Kembali Bengkel Menulis Vol. III

Redaksi Geger (Gerbong Gerakan Rakyat) Menggelar “Bengkel Menulis” Vol. III. Diikuti oleh 12 peserta, Anggun, Rima, Kania, Irfan, Qoyyum, Syifaul, Najwa, Humaidi, Diva, Rhendy, Alif dan Alvi.

Bengkel Menulis (BM) adalah wadah untuk belajar bersama membuat tulisan dengan baik. Selain itu forum ini memiliki metode yang menarik. Dengan konsep Andragogi setiap individu memiliki hak suara. Tidak ada subjek dan objek dalam forum tersebut. Semua adalah subjek yang memiliki hak suara pada lima pertemuan mendatang.

Berbeda dengan metode belajar umumnya, BM menjadi sebuah sarana pendidikan alternatif untuk membangun suasana belajar yang egaliter, membebaskan dan memanusiakan manusia. volume III memiliki skema dan konsep yang kurang lebih sama dengan volume II, hanya saja setelah melewati koordinasi, evaluasi dan pembacaan lebih dalam, akhirnya beberapa hal dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan dan urgensi untuk Geger kedepan, tetapi tetap tidak mengkhianati ruh BM sebagai sarana media belajar alternatif.

Bedanya, BM kali ini diimbuhi dengan pertemuan untuk mempelajari mengenai ke-Redaksian, agar para peserta dibekali sarana dan fasilitas pengetahuan mengenai skill-skill ke-Redaksian. Selain itu, Banyaknya peserta mengharuskan BM periode ini dibagi dua kelompok, agar kemudian bisa menciptakan ruang yang efektif dan efisien. Kelompok 1 dimentori oleh Fairuz dan Alby. Sedangkan kelompok 2 dimentori oleh Fifi dan Avicenna

Beberapa kegiatan BM terkonsep dengan rapih dan terintegrasi, diantaranya: Pertemuan pertama adalah “Kontrak Belajar”, kedua “Perkenalan”, ketiga “Penentuan Tema dan Mind Mapping” pertemuan keempat adalah “Bedah Karya” dan pertemuan terakhir adalah “Ke-Redaksian”. Para peserta diharapkan mampu melahirkan sebuah karya tulis dengan baik.

Diawali dengan kontrak belajar pada Senin (11/12/2023] Pukul 20:00 – 23.00 WIB, peserta dan mentor menyepakati suasana belajar lima pertemuan mendatang dari BM. Diantara point yang disepakati :

  1. BM diselesaikan tepat di tanggal 27 Desember.
  2. Durasi forum Bengkel Menulis pada setiap pertemuan adalah Tiga jam.
  3. Jika terlambat sebelum 10 menit diharuskan membawa makanan. Jika lebih maka akan dianggap patung (hanya mempunyai hak mendengar dan tidak mempunyai hak suara), dalam artian peserta atau mentor yang terlambat tidak akan dianggap kehadirannya sampai kegiatan berakhir.
  4. Sebab setiap pertemuan BM saling berkesinambungan, maka jika terlambat lebih dari satu jam, seorang tersebut dinyatakan tidak hadir dan tidak dapat mengikuti agenda BM selanjutnya.
  5. Maka dengan ini, seorang yang tidak hadir satu kali saja dalam pertemuan yang disepakati, maka tidak diperkenankan mengikuti pertemuan selanjutnya, dalam artian tidak lolos.
  6. Waktu dan tempat pertemuan ditentukan pada setiap akhir pertemuan sebelumnya.

BM berorientasi pada kenyamanan belajar, point di atas adalah hasil kesepakatan bersama dari setiap individu dalam menjalankan BM. “Bagiku komitmen dan kesepakatan belajar seperti ini adalah sebuah udara segar bagi kita, khususnya bagi lingkungan pendidikan kita yang banyak diatur dan seringkali terbiasa molor” Ujar Avis

Pada pertemuan kedua, setiap masing-masing peserta akan memperkenalkan dirinya. Mulai dari asal, latar belakang, kegelisahan, isu yang diikuti, bahan bacaan dan lain sebagainya. Hal ini ditekankan sebab dalam metode BM para peserta didorong untuk menuliskan hal yang paling difahami dan terdekat dari dirinya. Hal ini agar membuat para peserta dapat menulis lebih mudah.

Pada pertemuan ketiga para peserta diwajibkan untuk menyiapkan tema yang akan ditulis dan mind mapping. Kemudian para peserta mempresentasikan sedalam mungkin alasan pemilihan tema tersebut. Pada sesi ini setiap individu akan saling memberi masukan pada setiap tema yang akan diangkat. Sehingga tema yang akan digarap akan semakin matang. Setelah tema ditentukan, agar tulisan semakin terstruktur dan baik diperlukan mind mapping atau peta konsep. Di sini masing-masing akan memberi masukan dan rekomendasi. BM adalah forum saling memperkaya dan diperkaya.

Pertemuan keempat adalah bedah karya. Para peserta akan mempresentasikan hasil karyanya. Sesi ini akan mendiskusikan bersama hasil karya yang telah dibuat. Biasanya mengundang penanggap kompeten. Diharapkan karya yang dibuat oleh peserta pada Bengkel Menulis dapat melahirkan karya yang baik dan matang.

Pertemuan terakhir adalah Keredaksian, setelah mengikuti dengan rutin berbagai agenda BM dari pertemuan pertama sampai terakhir, maka sebagai penunjang peserta untuk terlibat dalam proses Geger kedepan, maka dengan ini BM pada pertemuan terakhir ini akan belajar bersama mengenai hal-hal yang menyangkut ke-Redaksian, agar kiranya para peserta BM mempunyai skill dalam berbagai macam agenda Redaksi Gerbong Gerakan Rakyat. (Redaksi)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *