Beranda / News / Latihan Orasi Bersama di Tong Setan, Joe Berteriak di Atas Road Barier

Latihan Orasi Bersama di Tong Setan, Joe Berteriak di Atas Road Barier

Yogyakarta– Kader-kader PMII Rayon Pembebasan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam mendatangi depan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk bersama-sama latihan orasi.

Depan gerbang kampus kerap dikenal dengan sebutan tong setan sebab area ini merupakan perempatan yang kerap menjadi titik mahasiswa dalam melakukan unjuk rasa dan terdapat tong di tengah jalan raya.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Joe, salah satu pengurus dibersamai Jalaludin, mandataris ketua rayon yang baru terpilih pada tanggal 9 Juli lalu.

Agenda digelar pada 25 Juli 2024 dan diawali dengan sharing yang dimulai pukul 23.00 WIB. Rizky Alamsyah atau bung Caduk bersama Nanang, Demisioner pengurus rayon, menjelaskan beberapa hal yang perlu difahami saat orasi seperti pemahaman materi, intonasi, bahasa tubuh, premis, tensi dan lain sebagainya.

“pertama yang paling penting dalam orasi adalah penguasaan materi yang akan disampaikan, sebab jika orator tidak utuh pemahamannya tentu akan ngalor-ngidul pembahasannya” Jelas bung Caduk saat sharing.

Setelah sesi sharing usai, Joe secara langsung memberanikan diri untuk praktek orasi. Tak tanggung, ia memulai orasinya di atas road barier yang ada di tengah jalan. Sembari merokok ia berteriak menyampaikan materi orasinya. lalu-lalang pengendara tak sedikitpun menggentarkan orasinya.

Joe berorasi di atas road barier depan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Foto: Geger.id)

Seusainya, praktek orasi dilakukan satu persatu secara bergiliran. Setiap orang berorasi sekitar 5-10 menit. Beberapa ada yang masih malu dengan pengendara yang lewat.

Setelah semua mendapat giliran para kader kembali melingkar untuk mengevaluasi bersama praktek orasi sebelumnya. Nanang menjelaskan bahwa orasi sebenarnya hampir sama dengan stand up comedy, saat menyampaikan orasi perlu memperhatikan premis, konklusi serta punchline. 

Bung Caduk juga mengapresiasi para kader-kader dalam latihan orasi ini. Menurutnya keberanian dalam berorasi di tengah jalan seperti ini sudah bagus. Ia berharap latihan orasi tidak selesai malam ini saja, namun dapat berlanjut sekaligus dibarengi dengan diskusi bersama untuk memperdalam penguasaan materi. (Red).

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *