Beranda / Resensi / Psikologi dan Seni Memahami Manusia

Psikologi dan Seni Memahami Manusia

Psikologi dan Seni Memahami Jiwa

~Tulisan ini pernah dimuat di Koran Kedaulatan Rakyat rubrik resensi~

 

 

Dalam realitanya, penyakit jiwa manusia begitu beragam. Tetapi kebanyakan berawal dari apa yang dicita-citakan, berbeda jauh dengan kenyataannya, yang lalu membuat manusia terkungkung dalam kesedihan yang mendalam dan terkadang malah menyebabkan trauma, stres, bahkan bunuh diri. Sedikit demi sedikit, perasaan yang tidak sehat itu akan mereduksi fungsi akal. Logika yang akal tawarkan dalam setiap sesi kehidupan, mengalami resistensi. Padahal, akal menjadi modal utama bagaimana manusia untuk dapat hidup dengan normal. Oleh sebabnya, orang yang memiliki gangguan jiwa juga dikatakan kehilangan akalnya.

Dalam kajian kontemporer, bahasan seperti itu masuk ke dalam ranah psikologi. Psikologi sendiri ialah ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari tentang perilaku, fungsi, serta proses mental manusia melalui prosedur ilmiah. Adapun metodologinya mirip dengan permainan teka-teki silang. Yakni dengan melihat dan menyatukan petunjuk-petunjuk yang ada (data), menginterpretasi, serta mengevaluasinya yang lalu membuat kesimpulan dari hasil analisis yang logic.

Bagaimana pun juga, penyakit kejiwaan ini berbeda dengan penyakit biologis. Pengobatannya pun tidak sesimpel dengan mengonsumsi obat-obatan, melainkan melalui terapi mental sehingga memperoleh cara pandang yang benar terhadap kehidupan yang akan membuat jiwa berangsur-angsur sembuh.

Sebab berfokus pada analisis kejiwaan, maka cara yang paling baik dengan mengamati perilaku dan mengajak pasien berbicara. Bagi para psikolog, makna (ucapan atau tindakan) pasien adalah hal-hal yang harus digali. Misalnya ketika pasien berkata, “Saya benci hari Senin”, “Saya benci setiap perempuan yang memakai baju warna merah”, dll. Tentu, secara harfiah pernyataan tersebut mudah dimengerti. Tetapi, psikolog ditekankan agar tahu atas dasar apa seseorang mengucapkan atau bertindak demikian.

Dengan pertimbangan seperti itu pula, Sigmund Freud —tokoh beken psikologi modern— berucap bahwa sebenarnya, psikologi adalah seni memahami manusia. Sebab, terkait jiwa dan perasaan, tidak ada alat medis yang mampu mengukurnya. Penyakit mental hanya dapat ditelaah dengan mengamati perilaku dan ucapan pasien.

Oleh karena itu, kesan pertama yang harus psikolog hadirkan kepada pasien ialah sikap yang ramah, seakan-akan teman dekatnya sendiri. Dengan demikian, maka pasien akan lancar dalam menceritakan kisah dan hal-hal yang menjadi kekhawatirannya. Psikolog lalu menanggapi secara spesifik data-data yang telah didapatnya itu, berusaha memfokuskan serta menanggapi komunikasi pasien, dan kemudian secara berkala membuat tafsir-tafsir atas apa yang didapat dari pasien tersebut. Setelah ditemukan masalah-masalahnya, maka berusaha memberikan serangkaian treatment agar penyakitnya bisa sembuh.

 

Judul Buku      : Psikologi; Sebuah Pengantar Singkat

Penulis             : Gillian Butler & Freda McManus

Penerbit           : IRCiSoD

Cetakan           : Pertama, Oktober 2021

Tebal Buku     : 232 Halaman

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *