Toko Kelontong adalah unit usaha yang banyak sekali ditemui di Jogja. Desain toko yang unik, lengkap dan buka 24 jam adalah keunikan khas toko kelontong. Hal ini menjadi daya tarik para konsumen.
“Pelayanan dan kelengkapan barang sangat kami tekankan. Karena kalau datang dan tidak mendapat apa yang diinginkan mereka tentu tidak akan kembali lagi” Jelas Ningsih (41), Pemilik toko kelontong Indrajaya Sorowajan.
Ningsih telah membuka toko kelontong sekitar satu tahun yang lalu. Dimulai dari anaknya yang telah membuka toko sejak 2 tahun yang lalu. Toko Indrajaya adalah cabangnya. Berlokasi tepat di selatan rel kereta api Janti.
Tidak ada cara khusus promosi. Tiga hal yang diutamakan dalam bisnis toko menurutnya yaitu memberi pelayanan terbaik untuk para pelanggan, harga yang lebih rendah daripada toko yang lain dan yang terpenting selalu menyediakan kebutuhan konsumen. Kembalinya pelanggan tergantung pada ketersediaan produk yang dibutuhkan.
Omzet yang ia dapat dari usaha kelontong sekitar 2 juta perhari. Tak ada manajemen yang rumit. Rp. 200.000 disisihkan setiap harinya. Sisanya diputar lagi untuk operasional dan melengkapi produk. Laba dihitung setiap pagi sebelum buka.
Berbeda dari kebanyakan toko lainnya. Toko Indrajaya tidak buka 24 jam. Buka dari jam 07.00-02.00 WIB. “Kita tidak punya karyawan, yang jaga hanya saya dan istri” Jelas Indra, Suami Ningsih. Mereka tinggal di toko.
Modal yang dibutuhkan untuk membangun toko klontong sekitar 60 juta. 15 juta untuk sewa ruko dan sisanya untuk produk. Selain materi, modal lain yang dibutuhkan adalah keterampilan menjual. Ningsih mengaku pernah bekerja di toko kelontong yang berada di Jakarta selama 2 tahun.

“Produk kami dapatkan dari agen-agen terdekat, kalau minuman kebanyakan ada sales yang datang” Ujar Ningsih kepada geger.id, Jumat 16 Juni 2023.
Toko kelontong adalah usaha UMKM yang banyak ditemui di Jogja. Menekankan pada pelayanan, harga dan kelengkapan barang. Toko kelontong menjadi favorit para konsumen.









