Oleh: Khosinah*
Doa
Aku ingin menjadi kanak-kanak
Kelak
Di masa tua renta
Saat kepalaku yang beruban tumbuhkan pohon berdaun jingga
Ingin aku bermain pasir dan ombak pantai
Mengenali wajah karang-kerang yang nyaris kembar
Sambil menunggui senja tinggalkan pijar
(masih)
Kudengar bunyi sampan menderu dari selatan
Siul burung menyamai tembang Olle-Ollang[1]
Sementara tubuhku yang kumuh
Berpeluk erat dengan kenangan
Aku tak peduli
Kuangankan hari-hari seputih puisi
Di antara kekacauan pembangunan kota dan manipulasi
(dalam doa)
Kuharap tiada yang berkurang
Dari wajah pulau:
Matahari yang hijau,
Seruak aroma hutan
Dan senyum ibu yang serekah kembang.
(amin)
Sumenep, 2021
[1] Olle-Ollang: lagu lokal Madura yang berkisah tentang kehidupan nelayan
Ilustrasi: google
)* Kader PMII Rayon Pembebasan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga










Satu Komentar