JOGJA—PMII Rayon Pembebasan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga, telah usai menggelar pelantikan dan rapat kerja kepengurusan rayon periode 2021/2022 pada Minggu (7/11/2021).
Menurut ketua rayon yang baru saja dilantik, Abdullah Adhim, bahwa acara tersebut memang sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya.
“Acara ini sudah masuk dalam AD/ART PMII. Setiap pergantian periode kepengurusan, rapat kerja dan pelantikan menjadi ajang bagaimana warga rayon dari lintas angkatan untuk sama-sama membahas program kerja rayon satu periode ke depannya,” ucap Adhim saat di konfirmasi pada Minggu (7/11/2021).
Adapun tema yang diambil pada acara ini ialah “Sinergitas Gerakan Berlandaskan Trilogi PMII”. Dalam pemaparannya, Agus Raja yang menjadi salah satu narasumber dalam sesi acara stadium general (SG), menjelaskan bahwa sudah sewajibnya kader PMII bergerak dengan landasan yang telah dibangun.
“Setiap organisasi ketika melakukan penerimaan anggota, memiliki tujuan untuk menurunkan gagasannya kepada generasi baru. Oleh sebabnya, pengkaderan PMII sewajibnya tetap berpegang teguh dengan trilogi yang telah dibangun. Karena dengan trilogi itu, PMII akan memiliki ciri khas dan berjalan sesuai dengan wacana ideologi yang dibentuk,” kata Agus dalam salah satu penjelasannya.
Sabda Holil yang juga menjadi narasumber SG, menambahkan bahwa salah satu masalah serius dalam kepengurusan rayon setiap tahunnya adalah kekompakan.
“Jika para pengurusnya tidak kompak dan malah pecah, lalu, bagaimana akan menjalankan program kerja kedepannya? PMII berkerja kolektif, bukan individualis!” papar Sabda dalam sesi SG tersebut.
Adapun acara pelantikan dan rapat kerja tersebut dilaksanakan di aula PWNU Jogja, dan dihadiri oleh warga rayon, Majelis Pembina Rayon (MABINRA), serta lintas organisasi eksternal di lingkup UIN Sunan Kalijaga.










2 Komentar