لا تنازعوا
“Jangan berselisih!” (Q.S. Al-Anfal, ayat 46)
لا تفرقوا
“Jangan bercerai-berai(berpisah)!” (Q.S. Ali Imran 103, Asy-Syuro, ayat 13)
لا تختلفوا
“Jangan berselisih pendapat!”
(Surat mboten enten, ayat 0)
Kenapa tidak ada ayat model ke-3 dalam Al-Qur’an?
Dalam kajian filsafat, kebenaran adalah kesesuaian antara pengetahuan dan objek atau tujuan. Selain itu, kebenaran dibatasi oleh konteks dan waktu. Sehingga segala kebenaran bersifat relatif. Tidak ada kebenaran yang mutlak kecuali adanya dzat peng-Ada (kebenaran Absolut).
Mantanku bisa kau sebut mantan, benar juga jika disebut manusia, benar juga kau sebut Anya Geraldine hihihi.
Sekali lagi kebenaran itu bersifat relatif. Kebenaran itu ijtihady (usaha berfikir) sehingga kebenaranmu belum tentu benar bagi orang lain karena perbedaan volume otak serta pengalamannya.
Maka perbedaan pendapat dalam ijtihad adalah suatu hal yang sah dan legal. yang tidak legal adalah perselisihan dan perpecahan.
Perbedaan fikiran adalah dua jalan berbeda untuk menuju tujuan yang sama. Namun perpecahan dan perselisihan adalah dua jalan yang berbeda dengan tujuan yang berbeda pula. Dan itulah yg dilarang oleh Tuhan.
Mari kita anggap perbedaan fikiran adalah hal yang Inovatif sehingga kita tak lagi menyalahkan. Kebenaranmu hanya setetes dari samudera kebenaran lainnya.
Dan jangan sampai berselisih dan terpecah-belah karena itu sama sekali bukan kebenaran dan jelas-jelas kesalahan. (Yuniar Avicenna)









