RAYON PEMBEBASAN– Pengurus Rayon PMII Pembebasan gelar kajian buku sejarah ideologi. Dipantik oleh sahabati Athiyatul Mughni, sahabat Kautsar sebagai moderator. Kajian ini dihadiri oleh kader dan calon anggota PMII Pembebasan. Diinisiasi oleh Biro Intelektual PMII Rayon Pembebasan yang diadakan sekali dalam sepekan.
Kajian ini berjalan menarik dan memantik pola pikir untuk menganalisis keadaan sekitar. Sebuah pengantar ideologi dengan sub bab tentang pengertian ideologi, bagaimana ideologi dalam ilmu sosial, logika dasar, proses kelahiran ideologi, dimensi dan tahapan ideologi, akar, fungsi dan faktor-faktor nya.
Istilah ‘Ideologi’ seringkali dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial, namun istilah ini masih abstrak. Banyak para ahli melihat keabstrakan ini sebab rumitnya konsep ideologi itu sendiri. Ideologi dalam pengertian yang paling umum dan paling dangkal biasanya diartikan sebagai istilah mengenai sistem nilai, ide, moralitas, interpretasi dunia dan lainnya.
Dalam buku Sejarah Ideologi Dunia, Nur Sayyid Santoso menuliskan bahwa ideologi berasal dari bahasa latin: ideos artinya pemikiran dan logis artinya logika, ilmu, pengetahuan. Ideologi merupakan kata ajaib yang menciptakan pemikiran dan semangat hidup diantara manusia khususnya cendikiawan dalam suatu masyarakat. Sehingga dapat dikatakan bahwa ideologi ialah rumusan alam pikiran yang berkaitan dengan keyakinan yang dijadikan dasar untuk merealisasikannya.
Jika bagi Antonio Gramsci, ideologi itu lebih dari sekedar sistem ide. Menurutnya Gramsci, ideologi secara historis memiliki keabsahan yang bersifat psikologis. Artinya ideologi itu ‘mengatur’ manusia dan memberikan tempat bagi manusia untuk bergerak, mendapatkan kesadaran akan posisi mereka, perjuangan mereka dan sebagainya.
Sedangkan menurut Frans Magnis Suseno ideologi itu hanya sebagai keseluruhan sistem berfikir, dimana ideologi ini memiliki fungsi mempolakan, mengkosolidasikan, dan menciptakan arti dalam tindakan masyarakat. Inilah yang menjadikan kajian ideologi itu menjadi penting.
Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan ”sains tentang ide”. Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu. Menurut Destutt de Tracy tujuan utama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik.
“Diskusi yang baik, forum jni tidak terburu-buru untuk memberikan suatu konklusi. Pengetahuan terus berkembang, pergerakan terus berjalan. Ini adalah proses baik” Jelas Z. M. Syafiq, Kader PMII Pembebasan kepada geger.id. pada 03 Oktober 2023.









