Turi, Sleman– Kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) resmi dibuka secara simbolis pada malam hari oleh Sahabat Mundzir selaku Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Daerah Istimewa Yogyakarta (02/11). Masih dalam suasana pembukaan, dilaksanakan juga pematerian pertama tentang PMII dan Gerakan Pemuda yang diampu oleh Sahabat Achmad Afandi dan Sahabat Ikhwanul Muslimin.
Dalam mempersiapkan kegiatan ini, panitia pelaksana menghabiskan waktu sekitar dua bulan sehingga dapat menggelar kegiatan Pelatihan Kader Dasar 2023 dengan baik. Tak hanya itu, seluruh elemen turut berpartisipasi dalam persiapan maupun kegiatannya. Hal ini dibuktikan dengan terlaksananya Forum Perumusan Materi yang dihadiri oleh sebagian besar warga PMII Rayon Pembebasan dan kehadiran seluruh angkatan (baca: korp) dalam rangkaian kegiatan PKD tahun ini.
Kegiatan Pelatihan Kader Dasar ini merupakan jenjang kaderisasi kedua yang dilaksanakan selama 5 hari 4 malam di Dusun Relokasi Pelem, Turi, Sleman -setelah sebelumnya para kader mengikuti serangkaian kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) di Gedung MWC NU Piyungan selama 2 hari 1 malam (28/10). Dengan adanya kegiatan PKD ini, diharapkan para kader mempu mengimplementasikan nilai-nilai ideologis PMII yang berupa ke-PMII-an, Aswaja, NDP dengan menggunakan pisau asah metodologis yang dimuat dalam rangkaian materi PKD berupa Paradigma Kritis Transformatif, Analisis Diri, Analisis Sosial, dan seterusnya. Sehingga teranglah bahwa PKD tahun ini mengambil tema bertajuk “Aktualisasi Nilai Juang PMII Dalam Mengemban Amanah Peradaban Islam”.
Musaddiq Kautsar Ilahy, salah satu panitia acara dalam kegiatan PKD ini mengatakan bahwasanya tema tersebut dilatarbelakangi oleh pembacaan tentang nilai juang kader PMII yang dewasa ini mulai sedikit demi sedikit memudar. Oleh karenanya untuk mengantisipasi hal tersebut tidak cukup berbekal muatan-muatan ideologis yang sudah diperoleh sebelumnya. Diperlukan juga berbagai strategi dan metode-metode untuk memperlancar dan menghindari kekeliruan dalam bertindak. Dengan kader menguasai nilai-nilai tersebut, diharapkan ketika berhadapan dengan realita sosial dapat mengaplikasikan nilai-nilai yang tertanam dengan mengedepankan keberpihakan kepada kaum-kaum mustadh’afin selayaknya manusia tanpa membawa label keagamaan, suku, ras, maupun antar-golongan. Pentingnya keberpihakan yang jelas dengan landasan keislaman yang moderat merupakan sebuah alat dalam pelestarian harmonisnya kehidupan antar manusia (hablumminannas) di lingkup sosial.
Beberapa muatan tersebut ditambah jadwal yang padat tidak lantas mematahkan semangat peserta dalam menjalani rangkaian MAPABA dan PKD tahun ini. Peserta terlihat sangat responsif dan bersemangat dalam menjalani kegiatan PKD tahun ini dan bersedia mengikuti arahan panitia.

Kegiatan PKD ini kemudian ditutup bertepatan hari pelaksanaan bakti sosial kepada warga sekitar (06/11). Ikhwanul Muslimin, selaku Ketua Umum Rayon Pembebasan masa bhakti 2023/2024 berpesan, “Sebelumnya kami ucapkan, selamat datang dan menjadi bagian dari keluarga besar PMII rayon pembebasan kepada Korps Sanggar Tantular, kami berharap sahabat-sahabati sekalian terus tumbuh dan mengeksplolarasi seluruh ruang proses yang ada di PMII. Kami ucapkan selamat juga kepada Sahabat Syafril Faufiqu Ridho sebagai nakhoda korpsnya, selamat dan semangat semoga amanah”. (Red.)









