Beranda / Seni dan Sastra / Rumah | Puisi Amelia Monica Rizi

Rumah | Puisi Amelia Monica Rizi

Rumah Pedesaan

Jogja bagi kami adalah kota yang amat romantis,
bagi tukang becak di jalanan yang berisik,
bagi peminta-minta yang tengadah di terotoar yang terik.

Begitulah kota ini,
perut kosong bagai teman tidur di kolong jembatan yang sunyi.
Dengan perasaan-perasaan yang kacau,
dengan pejam yang tak pernah bertemu ranjang.
Tuhan, alangkah lebih puitis jika hari-hari tak harus kami khawatirkan sesuap nasi?

Rumah

Barangkali rumah adalah tempat terbaik bagi pulang,
untuk selesaikan berjuta macam soal kerinduan.

Namun, bagiku kangen bukan hanya perasaan-perasaan sederhana,
tak cukup bertatap mata di dalam rumah yang hampa.
Kangen bagikulah doa.
Maka di tengah malam yang berantakan,
aku senantiasa berdoa
untuk tumbuh senyum di wajah kau yang berlinang air mata.

Akulah Ranting

Walau rapuh akulah bagimu ranting yang bertahan,
diterpa angin aku dari hujan ke kemarau yang tanpa selesai.
Tapi akulah harapan itu, harapanmu.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *