SLEMAN-Lalu lintas di Jl.Bimo Kurdo SD Muhammadiyah Sapen macet di sore hari(16/6). Kemacetan disebabkan oleh padatnya volume kendaraan.
Seringkali sepeda motor mendahului diantara bus dan mobil yang terhenti. “Macet biasanya pagi dan siang hari pada jam perpulangan sekolah, tetapi hari-hari biasa sepi” tutur penjual teh Poci di jalan Sapen, Agus (16/06/2023).
Kemacetan memang masih menjadi masalah yang menjamur di Indonesia. Terkadang ketika sedang macet, pengendara sering kali mencari alternatif dengan melintas di arah yang berlawanan. Meskipun melanggar hukum, cara ini tetap sering digunakan oleh para pengguna jalan di Tanah Air.
Kamacetan lain disebabkan oleh banyaknya kendaraan mobil dan motor yang melintas. Di pagi dan siang hari banyak sekali kendaraan mobil yang melintas berasal dari wali siswa SD Muhammadiyah Sapen. Tak dipungkiri jika terjadi kemacetan, karna mayoritas dari wali murid sendiri banyak yang menggunakan kendaraan mobil untuk menjemput dan mengantar anaknya sedangkan SD ini terletak di tengah-tengah desa atau jalan kecil.
“Wali murid merupakan penyumbang terbanyak terjadinya macet, dari pihak sekolahan menyarankan untuk memakai motor tetapi wali murid tetap menggunakan mobil” tutur Yudi selaku security sekolah.
Kemacetan juga dipicu oleh banyaknya kendaraan yang parkir sembarangan di Jl. Bimo Kurdo. “Kemacetan di jalan Sapen sering terjadi disebabkan banyaknya mobil yang parkir sembarangan. Selain itu, karna banyaknya kendaraan mobil yang masuk dari dua arah, kebanyakan pengendara mobil di jalan sapen adalah orang tua wali SD Sapen yang bertujuan menjemput dan mengantar anaknya. ” Tutur Sri Rahayu (salah satu mahasiswa UIN yang menghuni kos di jalan Sapen, 17/06/2023).
Foto: Istimewa









