SEKUNTUM BUNGA MENGGANTUNG KE BULAN
Ma, bila malam kian abadi
Rindu adalah ombak di dada kita
Di al manak angka-angka berkejaran
Mencari makna
Sesekali pahit dalam secangkir nasib
Tapi kuintip sekuntum bunga yang menggantung ke bulan
Tepat di halaman rumah
Betapa harum doa-doamu
Dan di sudut mataku, Ma
Kau tertidur lelap
Di ranjang ingatan
Kelambu putih yang bergelombang
Memeluk segala semesta aku berada
19 September 2025
HUJAN MEMELUKMU LEWAT JENDELA
Hujan senantiasa memelukmu lewat jendela
Memastikan bulan berpendar
Tepat di atas meja, sebelah tempat tidurmu
Sewaku-waktu ada bunga bangkai
Berloncatan dari kalender dadamu
Sedang di luar masih hujan
Kenangan itu lima jengkal dari bantalmu
Megah dan mengepakkan sayapnya
Lalu siapa lebih dewasa dari Perjalanan?
Malam yang duduk di kursi roda
Atau rindu yang mengentakkan kakinya
Di atas lantai-lantai kamarmu
26 Oktober 2025









