Beranda / Seni dan Sastra / Sekuntum Bunga Menggantung ke Bulan | Puisi Izzatul Hikmah

Sekuntum Bunga Menggantung ke Bulan | Puisi Izzatul Hikmah

SEKUNTUM BUNGA MENGGANTUNG KE BULAN

Ma, bila malam kian abadi
Rindu adalah ombak di dada kita
Di al manak angka-angka berkejaran
Mencari makna

Sesekali pahit dalam secangkir nasib
Tapi kuintip sekuntum bunga yang menggantung ke bulan
Tepat di halaman rumah
Betapa harum doa-doamu

Dan di sudut mataku, Ma
Kau tertidur lelap
Di ranjang ingatan
Kelambu putih yang bergelombang
Memeluk segala semesta aku berada

19 September 2025

HUJAN MEMELUKMU LEWAT JENDELA

Hujan senantiasa memelukmu lewat jendela
Memastikan bulan berpendar
Tepat di atas meja, sebelah tempat tidurmu

Sewaku-waktu ada bunga bangkai
Berloncatan dari kalender dadamu
Sedang di luar masih hujan
Kenangan itu lima jengkal dari bantalmu
Megah dan mengepakkan sayapnya

Lalu siapa lebih dewasa dari Perjalanan?
Malam yang duduk di kursi roda
Atau rindu yang mengentakkan kakinya
Di atas lantai-lantai kamarmu

26 Oktober 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *