~Puisi ini pernah dimuat Koran Tempo edisi 16 Januari 2022~
Pesan Dari Sappho
Cleis, anakku
Di keramaian ini
Langit Mytilene pancarkan cahaya putih
Ada senyummu
Benderang di tiap larik yang repih
Setiap malam
Setiap tidur yang tanpa pejam
Komputer tua itu muncrat darah
Seluruh sudut kamarku berlumur kata-kata
Anakku, Cleis
Bila dewasa kelak
Kau telah cukup berani membaca karangan-karangan milikku
Baik itu kalimat pesan yang ambigu
Atau ranting bunga gugur yang kusimpul di ranjang tidurmu
Tulislah kembali semampu yang kau hendaki
Bisikkan di telingaku yang mungkin akan, atau bahkan telah tuli
Dengan penuh kebahagiaan
Kujadikan ia sangu menuju mati
Cleis
;segala bagimu, tulus aku amini
Yogyakarta, 2021
Ilustrasi: google









