~Puisi ini pernah dimuat Koran Tempo edisi 19 Desember 2021~
Sepasang Kembang
1/
sepasang anak perempuan adalah sepasang kembang[1]
kupungut kembang di halaman nenek moyang
kupu-kupu kecil itu menikmati tarian angin dipipihkan
di antara kelahiran sepasang pengantin yang sejak lama menjadi isyarat
bagi semesta
bagiku yang tertunda tentang kehadiranmu dengan sabitan puisinya
2/
tidak ada yang bisa menolak kelahiran sepasang kembang itu
yah..! sebagian yang terlahir adalah buih-buih doa
yang setiap kali
ku restui dalam sepi
“benarkah ! anak perempuan itu sepasang kembang” bisa jadi, karena keolokan aromanya
selalu jadi saksi
di antara mata yang sunyi.
Cabeyan, 2021
[1] Kutipan Puisi Gunawan Maryanto dalam Bukunya Sepasang Kembang
Ilustrasi: google









