Beranda / Esai / Opini / Poin Penting dalam Pertumbuhan Anak

Poin Penting dalam Pertumbuhan Anak

dini

Masa usia dini merupakan masa yang penting, yang perlu mendapat penanganan sedini-seserius mungkin. Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa masa anak usia dini merupakan masa perkembangan yang sangat pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Anak memiliki dunia dan karakteristik tersendiri yang jauh berbeda dari dunia dan karakteristik orang dewasa. Anak sangat aktif, dinamis, antusias, dan hampir selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya, seolah-olah tak pernah berhenti untuk belajar.

Dalam kajian bahasa, kata “pertumbuhan” dapat diartikan sebagai perubahan yang bersifat kuantitatif atau mengandung arti adanya perubahan dalam ukuran dan struktur tubuh sehingga lebih banyak menyangkut perubahan fisik. Selain itu, pertumbuhan dipandang pula sebagai perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik Hasil dari pertumbuhan ini berupa bertambah panjang tulang-tulang terutama lengan dan tungkai, bertambah tinggi dan berat badan serta makin bertambah sempurnanya susunan tulang dan jaringan syaraf. Pertumbuhan ini akan terhenti setelah adanya maturasi atau kematangan pada diri individu.

Berbeda dengan pertumbuhan, kajian bahasa mengatakan bahwa perkembangan adalah suatu perubahan yang bersifat kualitatif yaitu berfungsi tidaknya organ-organ tubuh. Perkembangan dapat juga dikatakan sebagai suatu urutan perubahan yang bersifat saling mempengaruhi antara aspek-aspek fisik dan psikis dan merupakan satu kesatuan yang harmonis.

Contohnya, anak diperkenalkan bagaimana cara memegang pensil, membuat huruf-huruf dan diberi latihan oleh orang tuanya. Kemampuan belajar menulis akan mudah dan cepat dikuasai anak apabila proses latihan diberikan pada saat otot-ototnya telah tumbuh dengan sempurna, dan saat untuk memahami bentuk huruf telah diperoleh. Dengan demikian anak akan mampu memegang pensil dan membaca bentuk huruf. Melalui belajar, anak akan berkembang dan mampu mempelajari hal-hal yang baru. Perkembangan akan dicapai karena adanya proses belajar, sehingga anak memperoleh pengalaman baru dan menimbulkan perilaku baru.

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masa perkembangan anak, yakni: pertama, belajar keterampilan fisik yang diperlukan dalam permainan. Anak pada masa ini senang sekali bermain, oleh sebabnya, diperlukan keterampilan-keterampilan fisik seperti menangkap, melempar, menendang bola, berenang, atau mengendarai sepeda.

Kedua, pengembangan sikap yang menyeluruh terhadap diri sendiri sebagai individu yang sedang berkembang. Pada masa ini anak dituntut untuk mengenal dan dapat memelihara kepentingan dan kesejahteraan dirinya. Dapat memelihara kesehatan dan keselamatan diri, menyayangi diri, senang berolah raga serta berekreasi untuk menjaga kesehatan dirinya.

Ketiga, belajar berkawan dengan teman sebaya. Pada fase tersebut ini anak dituntut untuk mampu bergaul, bekerja sama, dan dapat membina hubungan baik dengan teman sebaya, saling menolong serta membentuk kepribadian sosial. Kelima, belajar menguasai keterampilan-keterampilan intelektual dasar meliputi membaca, menulis, dan berhitung yang memilki korelasi dengan fase-fase pendidikan di tingkat taman kanak-kanak (TK), pendidikan anak usia dini (PAUD), atau sekolah dasar (SD).

Kelima, pengembangan konsep-konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari agar dapat menyesuaikan diri dan berperilaku sesuai dengan tuntutan dari lingkungannya.

Selain hal-hal di atas, dalam pendidikan usia dini, setidaknya anak memiliki lima bagian penting yang harus diperhatikan, bilamana hal-hal ini, yang akan menentukan jiwa dan pola pikir si anak. Yaitu, pertama, perkembangan motorik. Perkembangan motorik tumbuh seiring dengan perkembangan fisik yang beranjak matang. Anak cenderung menunjukkan gerakan-gerakan motorik Draft Buku Ajar PAUD yang cukup gesit dan lincah. Oleh karena itu, perkembangan fisik yang normal merupakan salah satu faktor penentu kelancaran proses belajar, baik dalam bidang pengetahuan maupun keterampilan. Dengan kata lain, perkembangan motorik sangat menunjang keberhasilan belajar anak.

Kedua, perkembangan berfikir atau kognitif. Perkembangan menghadapkan si anak agar mampu memecahkan terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi. Sebelum anak mampu menyelesaikan persoalan, anak perlu memiliki kemampuan untuk mencari cara penyelesaiannya. Faktor kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar, karena sebahagian besar aktivitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah mengingat dan berfikir.

Ketiga, perkembangan bahasa. Perkembangan bahasa merupakan berkaitan dengan sarana berkomunikasi terhadap orang lain. Melalui bahasa, seseorang dapat menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan, lisan, isyarat, ataupun gerak. Gangguan pendengaran dapat membuat kemampuan anak untuk mencocokkan suara dengan huruf menjadi terlambat. Kemampuan berbahasa juga akan terus berkembang sejalan dengan intensitas anak pada teman sebayanya.

Keempat, perkembangan sosial. Perkembangan sosial berkaitan dengan perilaku atau cara pandang si anak terhadap lingkungannya. Sejak kecil anak telah belajar cara berperilaku sosial sesuai dengan harapan orang-orang yang paling dekat dengannya, yaitu dengan ibu, ayah, saudara, dan anggota keluarga.

Kelima, perkembangan emosi. Perkembangan emosi merupakan suatu keadaan atau perasaan yang bergejolak pada diri seseorang yang disadari dan diungkapkan melalui wajah atau tindakan, yang berfungsi sebagai inner adjustment (penyesuaian dari dalam) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan. Kemampuan untuk bereaksi secara emosional sudah ada sejak bayi dilahirkan. Gejala pertama perilaku emosional dapat dilihat dari keterangsangan terhadap suatu stimulasi yang kuat. Misalnya bila bayi merasa senang, maka ia akan menghentak-hentakkan kakinya. Sebaliknya bila ia tidak senang, maka bayi bereaksi dengan cara menangis.

Ilustrasi: google

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *