Beranda / Seni dan Sastra / Sesekali Kau Perlu Menerkam Syukur ~ Puisi Ilham Nuryadi Akbar

Sesekali Kau Perlu Menerkam Syukur ~ Puisi Ilham Nuryadi Akbar

syukur

Sesekali Kau Perlu Menerkam Syukur

di antara kisah yang kau anggap tidak sederhana

sudah berapa mudah dapat kau lewati dengan sekali langkah

cemas terkemas kau sulap jadi sebongkah murung paling berkelas

teranggap sebagai bentuk fragmentasi birahi demi mampu kembali bersyukur

 

dunia ini

terdengar kejam untuk menampung sekelumit kebaikan

pun gemuruh di ruas-ruas langit

kau sumpah sebagai kesialan yang bersuara

 

tiada yang sanggup menerka

kapan kau kembali menunggangi keluh kesah ke sana ke mari

sesekali kau perlu menerkam syukur

sebelum umur menenangkanmu dengan tidur

 

Bekasi, 25 Januari 2022

 

 

Hari Perayaan Tangis

sapa adalah masa lalu dari sebuah sepi

tersuling waktu untuk menetapkan

bahwa rindu adalah kata paling haram

bagi sepasang insan yang berjanji saling enggan

 

kini pagi begitu pucat

desir angin yang memilin-milin dingin

sesal memasung kehendak

kupastikan sebagai hari perayaan tangis

 

tak akan lagi aku bercanda pada manusia

yang berjanji serius untuk bersama

 

Bekasi, 25 Januari 2022

 

 

Hanya Rinai

tetesan air mata di cawan terakhir ini

dapat kau hangatkan kembali

pergi bercumbu dengan sesiapa saja

tepat di hadapanku pemilik tungku api cemburu

 

doa-doa yang tersisa di dinding langit tempatmu merebah

lamat-lamat hilang tak berbekas

hanya rinai dari matamu sendiri

dapat menghapus

jejak tawa, nama, dan rasa kecupan paling pertama

 

demikianlah sejarah

terlalu hebat untuk dapat dilupa

sedang cinta

begitu beringas dan tak mampu ku jinakkan

 

beberapa kisah kehilangan manis

beberapa paragraf menjelma jadi epitaf

tahun-tahun penuh kegilaan dan kenangan

hanya menghidangkan kekosongan

 

Bekasi, 25 Januari 2022

 

 

Permintaan Terakhir

benang warna-warni pemberianku itu

menunggu jari-jemarimu

untuk menenun bilur yang berlabuh sekujur tubuhku

demi nirmala

maka kau dapat menyimpannya di lemari kaca paling tua

 

bila hari-hari telah mencukupi hitungan sewindu

buka kembali tanpa perlu merasa ragu

jangan berharap benang-benang itu akan menjelma baju pernikahan

pergantian musim telah membuatnya menjadi putih

 

bergegaslah

menyulam kain kafanku

 

Bekasi, 25 Januari 2022

Ilustrasi: google

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *