Beranda / Esai / Opini / Dari Perempuan Untuk Perempuan

Dari Perempuan Untuk Perempuan

Catatan ini untuk perempuan….

Untuk perempuan-perempuan yang berkarya, yang berdaya dengan sesuka hatinya, yang berkontribusi melalui berbagai bidang dan cara. Sebagian perempuan pasti mengalami hambatan bahkan celaan dari lingkungan, bagaimana tidak? Sebagai perempuan sekedar membuat pilihan saja dianggap sudah menantang.

Perempuan kerap didera perasaan bersalah walau memiliki tujuan mulya. Tidak sedikit perempuan yang cemas dengan kemampuannya sendiri, tidak jarang juga menganggap rendah dan remeh dirinya sendiri. Hal itu sudah tidak heran lagi, kerena penelitian menunjukkan sukses dan korelasi positif untuk laki-laki namun kerap membawa konsekuensi negatif bagi perempuan.

Menjadi sukses dan disukai bukan hal biasa untuk perempuan, justru kerap bertolak belakang. Kenyataan disekeliling juga menunjukkan terkadang ambisi yang kita miliki dianggap menentang tradisi, pekerja perempuan yang mengupayakan posisi dianggap hanya memikirkan diri sendiri, mereka yang berani unjuk diri malah sering dihindari.

Bahkan saat sudah sukses dan menebar kebermanfaatan untuk orang banyak sekalipun, cibiran dan hinaan kadang masih saja berdatangan. Menjadi berhasil bagi seorang perempuan bisa saja memicu hal negatif, dianggap begini, dinilai begitu, ditakar macam-macam.

Banyak yang harus diperbaiki, akan tetapi mari memulai dari diri sendiri. Tidak ada yang lebih tahu siapa perempuan, selain diri kita sendiri. Harga diri tidak ditentukan oleh orang lain melainkan berasal dari pengenalan atas diri sendiri, tahu kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Dan yang terpenting paham apa yang hendak dikejar dan direalisasikan.

Definisi kepercayaan diri adalah mengetahui impian masing-masing dirinya, mereka yang gagal menghargai diri sendiri tak akan punya kesempatan kedua untuk menilai orang lain apalagi menghakimi sesama perempuan. Perempuan harusnya saling bergandengan tangan bukan malah saling menjatuhkan, mungkin karena kita melihat hidup sebagai ajang kompetisi, karena perempuan memiliki keterbatasan ruang yang didominasi oleh laki-laki. Jadi, tanpa sering kita sadari kita kerap khawatir, cemas, merasa segala nya tidak pernah cukup untuk diri sendiri. Akibatnya, siapapun bisa dianggap sebagai ancaman, gerak gerik teman perempuan lain pun bisa dicurigai sebagai tantangan.

Padahal menjadi positif bukan tanda kita lemah, mendukung mereka yang berhasil bukan berarti kita mengakui kegagalan, Yakin bahwa kesuksesan tidak perlu diperebutkan dan kerja bersama bisa lebih didahulukan, lebih menunjukan empati dan kemurahan hati, menjauhi kecemburuan dan menghindari runcingnya perasaan bersalah yang kerap mendera perempuan, akan membuat perempuan tidak pernah sendirian. Kita bisa merasa selalu ditemani oleh perempuan yang lain.

Jadi mari membangun lingkaran kekuatan antar perempuan, lingkaran untuk berbagi pikiran dan perasaan juga memupuk keberanian, ada qoute dari Oprah Winfrey seorang pengusaha asal America serikat yang namanya melambung karena sering membawakan acara talk show yang telah menyentuh hati jutaan pemirsa di seluruh dunia. Kira-kira qoute nya begini “What You get in life what you have the courage to ask for.” – keberanian kita untuk menyampaikan atau mengungkapkan apa yang kita inginkan dan apa yang kita anggap penting itu yang akan kita dapatkan dalam hidup.

So, we must know what we want, know our strength, and we wanna fight for it. Sekali lagi mari kita berdaya, berupaya, dan berkarya dimanapun dan kapanpun, saling mendukung dan berkorelasi. Percayalah kita tidak akan pernah sendiri jika mau membangun lingkaran.

– Raudya Nurafifah (Kader PMII Rayon Pembebasan Korp GIO STOVIA)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *